Want To Know

Masih Belajar Blog

Muammar Qaddafi dan Revolusi Fateh

muammar-qaddafiSejak 1 September 1969 sampai hari ini, September 2009, Qoid Muammar Qaddafi memimpin negaranya. Pantas rakyat Libya sekarang merasakan hasil dari kepemimpinan salah satu putra terbaik Libya itu.

Dalam memimpin Libya, Muammar Qaddafi tidak pernah memberi kesempatan kepada pihak asing atau memanggil mereka untuk mengurusi negaranya. Qaddafi dan Libya menolak semua turut campur asing baik di bidang ekonomi, politik, kebijakan dalam maupun luar negeri.

Dalam perayaan hari Revolusi yang ke-40, Libya memanggil sekitar 60 kepala negara dan kepala pemerintahan. Dan mereka datang menyaksikan pesta kemenangan revolusi tersebut.

Qoid Muammar Qaddafi sangat dicintai oleh rakyatnya, karena semua adalah milik rakyat. Ia tidak gila jabatan. Dia tidak seperti pelaku revolusi lainnya yang mengangkat dirinya sampai ke tingkat jenderal dan ada juga sampai mengangkat dirinya sebagai panglima tertinggi karena di negerinya banyak pangkat jenderal. Muammar Qaddafi bahkan menghilangkan pangkat kolonelnya dan dia cukup dengan panggilan Qoid (pemimpin).

Kehidupannya sangat sederhana. Ia tidak senang tinggal di istana yang mewah. Ia pun tidak memiliki istana-istana di luar negeri. Dalam benak Qaddafi, yang ada hanya persatuan Arab. Dia bahkan menginginkan adanya mata uang bersama di negara-negara Arab, seperti Eropa misalnya. Ia juga menginginkan adanya kerjasama di bidang politik untuk negara-negara Arab, seperti ASEAN. Qaddafi juga serius masuk ke Republik Persatuan Arab (RPA).

Di Libya, secara tegas Muammar Qaddafi menolak adanya ekstrimisme dan radikalisme. Ia banyak sekali membantu kaum Muslimin dengan cara mendidik agar mereka mendapat bantuan bisa hidup mandiri.

Qoid Muammar Qaddafi tidak memiliki sifat hipokrit, yaitu sifat yang sangat tercela, dimana apa yang diucapkan tidak sejalan dengan apa yang dilakukan. Di sebelah kanan berkata A, di sebelah kiri sebaliknya. Ia sangat bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya.

Dalam sebuah muktamar negara-negara Arab, dengan tegas ia mengingatkan para pemimpin Arab. “Kamu semua diam dengan kematian Saddam, kematian Yasser Arafat yang diracun serta kematian Hariri (Perdana Menteri Libanon). Hati-hati, suatu hari nanti giliran kita”. Benar sekali, belum sampai tiga bulan, Presiden Sudan akan ditangkap dengan segala macam sebab.

Muammar Qaddafi bersama dengan rakyatnya teguh menghadapi embargo yang bertahun-tahun. Namun kini, jutaan penduduk Arab serta Afrika mendapatkan perkerjaan yang sangat layak di Libya.

Bukan cuma itu, ribuan orang-orang asing mencari pekerjaan atau proyek di Libya. Semoga Allah SWT menjaga negara Islam Libya dan pemimpinnya, selalu melimpahkan rahmat dan berkah-Nya, serta dijauhkan dari azab-Nya. Amin..

Sumber: Lutfi A Tamimi (Sabili No.5 Th.XVII 5 Syawal 1430)

Filed under: Mancanegara, Sekitar Kita, Tahukah Anda, Tokoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS ELLE

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Fashion Magazine

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Berita Terkini

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: