Want To Know

Masih Belajar Blog

Jasad Sang Kiai

J0145707Pada 21 Agustus 2009 silam, terbetik kabar tentang rencana pemindahan makam seorang kiai di Batu Ceper, Tangerang. makam ini dibongkar karena terkena rencana proyek pelebaran jalan Jl.Benda menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Keluarga sudah menyiapkan air dalam bak, untuk mencuci tulang belulang, itupun jika masih ada. Potongan kayu juga sudah disiapkan, untuk makam baru yang telah digali ditempat lain. Tapi, tak dinyana dan tak disangka,
ketika makam digali kain kafan dan jasad Kiai Abdullah masih utuh di dalamnya. Kayu yang menutup jenazah, seolah tak disentuh oleh rayap. Bahkan, semerbak aroma harum menyeruak tatkala makam semakin dalam digali oleh keluarga.

Kiai Abdullah, dimakamkan 22 Oktober 1983. “Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu. Hanya tubuh agak menyusut saja, dan rambutnya memutih,” teang Mukhtar Ali, putra sulung Kiai Abdullah.

“Allahu Akbar!” Serentak teriakan takbir membahana di areal pemakaman. Ribuan warga tiba-tiga menyemut, memadati lokasi peristiwa. Bahkan parkir kendaraan warga, sampai lima kilometer panjangnya.

Penjelasan ilmiah coba dicari, fenomena dicoba untuk dicerna. Salah satu jawaban yang diberikan, barangkali tanah tempat makam sang kiai mengandung zat tertentu yang tak memungkinkan binatang atau microba hidup. Sehingga kayu, kain kafan, serta jasad sang kiai tetap utuh.

Semua orang boleh dengan akalnya mencari penjelasan tentang berbagai peristiwa. Tapi tentu saja, sebagai seorang muslim, kita percaya bahwa semua terjadi tidak lain karena kehendak Allah semata. Takdir!

Layaknya kisah ini menjadi inspirasi bagi ulama, ustadz, guru agama, bahkan pemimpin di semua lini kehidupan kaum Muslimin. Termasuk, Presiden Republik Indonesia. Amal apa yang telah mereka kerjakan di dunia?

Apakah amal-amal yang telah mereka lakukan akan mampu mengabadikan semua yang dimilikinya? Atau jangan-jangan yang terjadi adalah sebaliknya, semua amal dalam kehidupan yang mereka lakukan justru akan mengantarkan pada kehancuran?

Bukan saja tentang utuh atau hancurnya jasad, tapi terlebih lagi tentang nikmat atau azab yang akan menjadi balasan setelah semua yang sudah kita lakukan. Allahu Akbar!

Sumber : Sabili No.5 Th.XVII 5 Syawal 1430

Filed under: Islam, Sekitar Kita, Tahukah Anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS ELLE

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Fashion Magazine

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Berita Terkini

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS KOMPAS

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: